Karya
Ilmiah tentang kenakalan remaja
“Maraknya Kenakalan Remaja”
Tugas : Bahasa Indonesia
Disusun oleh :
St.nuralisa
KELAS :IX A
SMP
NEGERI 7 PALOPO
TAHUN
AJARAN 2013/2014
MOTTO
“Sesungguhnya sesudah kesulitan ada
kemudahan, maka kerjakanlah sesuatu urusan dengan sungguh-sungguh, dan hanya
kepada Tuhanlah hendaknya kita berharap”
(Qs. Alam Nasyroh: 6-8)
LEMBAR PENGESAHAN
MENGETAHUI
Palopo,20 maret 2014
Kepala Sekolah
Guru Pembimbing
Nurfaidah s,pd.M.M.Pd
Pulus Palobo s,pd
NIP.195910201083031013
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah karena
atas berkah, rahmat, dan hidayahNya sehingga karya tulis ini dapat selesai
sebagaimana yang saya harapkan. Tugas karya tulis yang diberi judul “ Kenakalan
Remaja” ini ialah suatu karya tulis yang
terbentuk dari hasil kerja saya dimana tugas ini merupakan tugas dari
aspek penilaian mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Kemudian dengan selesainya makalah ini, saya menghaturkan
rasa terimakasih kepada guru Bahasa Indonesia yakni bapak paulus palobo yang
telah membimbing saya dan teman teman dalam mengajarkan langkah-langkah
pembuatan karya tulis. sehingga karya tulis ini dapat tersusun meski banyak
kekurangan didalamnya. Harapan penulis semoga karya tulis yang telah saya susun
ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Penulis
menyadari bahwa dalam karya tulis ini masih banyak terdapat kekurangan dan
kesalahan. Kritik serta saran yang membangun dari pembaca penulis harapkan agar
kedepannya karya tulis ini dapat jauh lebih baik lagi. Terimakasih.
Penulis
ST.NURALISA
DAFTAR ISI
Halaman
Judu…………………………………………………………………………..…i
Motto……………………………………………………………………………………...ii
Lembar
pengesahan………………………………………………………………………iii
Kata
Pengantar …………………………………………………………………….……iv
Daftar
Isi …………………………………………………………………………………v
BAB
I. Pendahuluan ……………………………………………………………1
1.1 Tema ……………………………………………………………………1
1.2 Judul ………………………………………………1
1.3 Latar Belakang ………………………………………………………………1
1.4 Rumusan Masalah ………………………………………………………….1
1.5 Tujuan …………………………………………………………………..1
BAB
II. Pembahasan & Isi …………………………………………………………..2
2.1 Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja
……………………3
2.1.1 Faktor Internal ……………………………………………………..3
2.1.2 Faktor Eksternal …………………………………………………..3
2.2 Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan
……………………..4
2.3 Contoh /
Jenis-jenis Kenakalan remaja …………………….8
2.4 Tips untuk mencegah dan mengatasi kenakalan
remaja…………...8
BAB
III. Penutup ……………………………………………………………..9
3.1 Simpulan ……………………………………………………………………9
3.2 Saran ……………………………………………………………………..9
Daftar
Pustaka ……………………………………………………………………….10
Lampiran…………………………………………………………………………….11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
TEMA
Kenakalan
Remaja
1.2
JUDUL
Nakalnya
Anak SMA Jaman Sekarang
1.3
LATAR BELAKANG
·
Banyaknya remaja yang melakukan
kenakalan remaja yang tidak sewajarnya.
·
Ditinjau dari lingkungan sekitar
yang mendukung akan anak remaja berbuat negatif.
·
Kenakalan remaja terjadi karena
banyaknya pengaruh dari luar yang sedang marak terjadi.
·
Kembali kepada masing-masing
individu.
1.4
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa yang menyebabkan kenakalan
remaja terjadi ?
2.
Bagaimana peran orang tua, guru dan
lingkungan sehingga anak melakukan kenakalan remaja ?
3.
Bagaimana para remaja bisa berubah
menjadi remaja yang nakal ?
4.
Dampak apa saja yang ditimbulkan
oleh kenakalan remaja ?
5.
Apa tips untuk mencegah dan
mengatasi kenakalan remaja?
1.5
TUJUAN
Mengetahui penyebab kenakalan remaja dan gejala-gejala yang
dapat memperlihatkan hal-hal yang mengarah pada kenakalan remaja serta untuk
memahami hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menanggulangi kenakalan remaja.
BAB II
PEMBAHASAN DAN ISI
Kenakalan
remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana
yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri
dan orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja
adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah
melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat
dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi. Masalah kenakalan remaja mulai mendapat
perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak
nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.
Kenakalan remaja menjadi hal yang perlu di waspadai dan lebih diperhatikan
karena seiring berkembangnya seorang anak, sudah sewajarnya seorang remaja
melakukan sebuah kenakalan. Selama kenakalan itu masih pada tingkat yang wajar.
Oleh karena itu peran orang tua dalam mendidik seorang anak apalagi remaja
sangat diperlukan penanaman nilai, dan norma yang diberikan sejak dini dapat
mempengaruhi sikap, perbuatan mental seorang anak untuk dapat memilah mana hal
yang perlu ditiru, dan mana hal yang tidak patut ditiru, pada intinya seorang
anak dapat melihat mana yang baik dan mana yang tidak baik. Apabila peran orang
tua tidak maksimal sejak anak masih kecil, pada saat tumbuh menjadi seorang
remajapun tidak menutup kemungkinan seorang remaja berbuat hal yang melanggar
aturan. Seperti banyak contoh yang terjadi, seorang remaja kedapatan sedang
merokok, meminum-minuman keras, sampai sex bebas dilakukan tanpa rasa bersalah.
Hal itu karena tidak adanya pengawasan orang tua, atau kurangnya perhatian dari
orang tua.
Banyak faktor-faktor yang membuat remaja memasuki dunia pergaulan yang rusak.
Biasanya hal ini berawal dari mereka berteman dengan teman yang membawa dampak
buruk, karena masa remaja itu masa dimana keadaan psikis remaja bisa mudah
terpengaruh. Ada faktor yang berasal dari keluarga, karena kurangnya perhatian
dari keluarga membuat anak menjadi royal dalam pergaulan. Faktor terpenting
yang membuat remaja mudah terjerumus dipergaulan bebas karena kurangnya agama
yang membentengi pikiran dan jiwa anak. Oleh karena itu, pendidikan dasar agama
pada anak sangat diperlukan dalam kehidupan si anak. Berhasil atau tidak
berhasilnya anak, kembali lagi pada peran keluarga dalam memberikan pendidikan
agama dan pada diri anak sendiri.
2.1 PENYEBAB TERJADINYA KENAKALAN
REMAJA
Perilaku
‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal)
maupun faktor dari luar (eksternal).
2.1.1 Faktor Internal :
1.
Krisis identitas
Perubahan
biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk
integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya.
Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja
gagal mencapai masa integrasi kedia.
2.
Kontrol diri yang lemah
Remaja yang
tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan
yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi
mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak
bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan
pengetahuannya.
2.1.2Faktor
Eksternal :
1.Keluarga
Perceraian
orang tua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan
antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan
yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan
pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi
penyebab terjadinya kenakalan remaja.
2.Pengaruh
kawan sepermainan yang kurang baik
3. Komunitas /
lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.
Beberapa
faktor lain yang dapat menyebabkan kenakalan remaja :
reaksi frustasi dirigangguan berpikir dan
intelegensia pada diri remaja
kurangnya
kasih sayang orang tua / keluarga
kurangnya pengawasan dari orang tua
dampak
negatif dari perkembangan teknologi modern
dasar-dasar
agama yang kurang
tidak adanya media penyalur bakat/hobi
masalah yang dipendam
2.2
Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan
Sebenarnya
menjaga sikap dan tindak tanduk positif itu tidak hanya tanggung jawab para
guru dan keluarganya, tetapi semua orang, Guru yang selalu mengusahakan
keluarganya menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan dengan sebuah
contoh, adalah cerminan komitmen dan pendalaman makna dari seorang guru. Sang
guru harus berusaha agar keluarganya baik dan tidak korupsi agar ia dapat
mengajari kepada murid-muridnya yang merupakan remaja generasi penerus bangsa
memiliki moral dan ahlak baik dan tidak korupsi, berusaha tidak berbohong agar
murid-muridnya sebagai remaja yang baik tidak menjadi pendusta, tidak terjaebak
dalam kenakalan remaja.
Guru
adalah profesi yang mulia dan tidak mudah dilaksanakan serta memiliki posisi
yang sangat luhur di masyarakat. Semua orang pasti akan membenarkan pernyataan
ini jika mengerti sejauh mana peran dan tanggung jawab seorang guru . Sejak
saya baru berusia 6 tahun hingga dewasa, orang tua saya yang merupakan seorang
guru, selalu memberikan instruksi yang mengingatkan kami para anak-anaknya
adalah anak seorang guru yang harus selalu menjaga tingkah laku agar selalu
baik dan jangan sampai melakukan sebuah kesalahan . Seberat itukah, seharus
itukah kami bertindak Lantas apa hubungan profesi orang tua dengan dengan
anak-anaknya, apakah hanya anak seorang guru yang harus demikian ?
Peran guru
tidak hanya sebatas tugas yang harus dilaksanakan di depan kelas saja, tetapi
seluruh hidupnya memang harus di dedikasikan untuk pendidikan. Tidak hanya
menyampaikan teori-teori akademis saja tetapi suri tauladan yang digambarkan
dengan perilaku seorang guru dalam kehidupan sehari-hari.
Terkesannya
seorang Guru adalah sosok orang sempurna yang di tuntut tidak melakukan kesalahan
sedikitpun, sedikit saja sang guru salah dalam bertutur kata itu akan tertanam
sangat mendalam dalam sanubari para remaja. Jika sang guru mempunyai kebiasaan
buruk dan itu di ketahui oleh sang murid, tidak ayal jika itu akan dijadikan
referensi bagi para remaja yang lain tentang pembenaran kesalahan yang sedang
ia lakukan, dan ini dapat menjadi satu penyebab, alasan mengapa terjadi
kenakalan remaja.
Sepertinya
filosofi sang guru ini layak untuk di jadikan filosofi hidup, karena hampir
setiap orang akan menjadi seorang ayah dan ibu yang notabenenya merupakan guru
yang terdekat bagi anak-anak penerus bangsa ini. Akan sulit bagi seorang ayah
untuk melarang anak remajanya untuk tidak merokok jika seorang ayahnya adalah
perokok. Akan sulit bagi seorang ibu untuk mengajari anak-anak remaja untuk
selalu jujur, jika dirumah sang ibu selalu berdusta kepada ayah dan
lingkungannya, atau sebaliknya. jadi bagaimana mungkin orang tua melarang
remaja untuk tidak nakal sementara mereka sendiri nakal?
Suatu
siang saya agak miris melihat seorang remaja SMP sedang asik mengisap sebatang
rokok bersama adik kelasnya yang masih di SD, itu terlihat dari seragam yang
dikenakan dan usianya memang terbilang masih remaja. Siapa yang harus
disalahkan dalam kasus ini. Apakah sianak remaja tersebut, sepertinya tidak
adil kalau kita hanya menyalahkan si anak remaja itu saja, anak itu terlahir
bagaikan selembar kertas yang masih putih, mau jadi seperti apa kelak di hari
tuanya tergantung dengan tinta dan menulis apa pada selembar kertas putih itu .
Orang pertama yang patut disalahkan mungkin adalah guru, baik guru yang ada di
rumah ( orang tua ), di sekolah ( guru), atau pun lingkungannya hingga secara
tanpa disadari mencetak para remaja tersebut untuk melakukan perbuatan yang
dapat digolongkan ke dalam kenakalan remaja.
Peran
orang tua yang bertanggung jawab terhadap keselamatan para remaja tentunya
tidak membiarkan anaknya terlena dengan fasilitas-fasilitas yang dapat
menenggelamkan si anak remaja kedalam kenakalan remaja, kontrol yang baik
dengan selalu memberikan pendidikan moral dan agama yang baik diharapkan akan
dapat membimbing si anak remaja ke jalan yang benar, bagaimana orang tua dapat
mendidik anaknya menjadi remaja yang sholeh sedangkan orang tuanya jarang
menjalankan sesuatu yang mencerminkan kesholehan, ke masjid misalnya. Jadi
jangan heran apabila terjadi kenakalan remaja, karena sang remaja mencontoh
pola kenakalan para orang tua
Tidak
mudah memang untuk menjadi seorang guru. Menjadi guru diharapkan tidak hanya
didasari oleh gaji guru yang akan dinaikkan, bukan merupakan pilihan terakhir
setelah tidak dapat berprofesi di bidang yang lain, tidak juga karena peluang.
Selayaknya cita-cita untuk menjadi guru didasari oleh sebuah idealisme yang
luhur, untuk menciptakan para remaja sebagai generasi penerus yang berkualitas.
Sebaiknya
Guru tidak hanya dipandang sebagai profesi saja, tetapi adalah bagian hidup dan
idialisme seorang guru memang harus dijunjung setinggi-tingginya. Idealisme itu
seharusnya tidak tergantikan oleh apapun termasuk uang. Namun guru adalah
manusia, sekuat-kuatnya manusia bertahan dia tetaplah manusia, jika terpaan
cobaan itu terlalu kuat manusia juga dapat melakukan kesalahan.
Akhir
akhir ini ada berita di media masa yang sangat meruntuhkan citra sang guru adalah
berita tentang pencabulan Oknum guru terhadap anak didiknya. Kalau pepatah
mengatakan guru kencing bediri murid kencing berlari itu benar, berarti satu
orang guru melakukan itu berapa orang murid yang lebih parah dari itu, hingga
akhirnya menciptakan pola kenakalan remaja yang sangat tidak ingin kita
harapkan.
Gejala-gejala
ini telah menunjukan kebenarannya. Kita ambil saja kasus siswa remaja mesum
yang dilakukan oleh para remaja belia seperti misalnya kasus-kasus di remaja
mesum di taman sari Pangkalpinang ibukota provinsi Bangka Belitung, lokasi
remaja pacaran di bukit dealova pangkalpinang, dan remaja Ayam kampus yang
mulai marak di tambah lagi foto-foto syur remaja SMP jebus, ini menunjukkan
bahwa pepatah itu menujukkan kebenarannya.
Kerja team
yang terdiri dari orang tua (sebagai guru dirumah), Guru di sekolah, dan
Lingkungan (sebagai Guru saat anak-anak, para remaja bermain dan belajar) harus
di bentuk. diawali dengan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru di
sekolah, pertemuan yang intensif antara keduanya akan saling memberikan
informasi yang sangat mendukung bagi pendidikan para remaja. Peran Lingkungan
pun harus lebih peduli, dengan menganggap para remaja yang ada di lingkungannya
adalah tanggung jawab bersama, tentunya lingkungan pun akan dapat memberikan
informasi yang benar kepada orang tua tentang tindak tanduk si remaja tersebut
dan kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangannya agar tidak
terjebak dalam kenakalan remaja.
Terlihat
betapa peran orang tua sangat memegang peranan penting dalam membentuk pola
perilaku para remaja, setelah semua informasi tentang pertumbuhan anaknya di
dapat, orang tuapun harus pandai mengelola informasi itu dengan benar.
Terlepas
dari baik buruknya seorang guru nampaknya filosofi seorang guru dapat dijadikan
pegangan bagi kita semua terutama bagi para orang tua untuk menangkal kenakalan
remaja, Sang guru bagi para remaja adalah Orang tua, guru sekolah dan
lingkungan tempat ia di besarkan. Seandainya sang guru dapat memberi teladan
yang baik mudah-mudahan generasi remaja kita akan ada di jalan yang benar dan
selamat dari budaya "kenakalan remaja" yang merusak kehidupan dan
masa depan para remaja.
2.3 Contoh / Jenis-jenis Kenakalan remaja :
·
membolos sekolah
·
kebut-kebutan di jalanan
·
Penyalahgunaan narkotika
·
perilaku seksual pranikah
·
perkelahian antar pelajar
·
dan lain-lain
2.4Tips
untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja
·
Orang tua harus selalu memberikan
dan menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya kepada anaknya. Jadilah tempat
curhat yang nyaman sehingga masalah anak-anaknya segera dapat terselesaikan.
·
Perlunya ditanamkan dasar agama yang
kuat pada anak-anak sejak dini.
·
Pengawasan orang tua yang intensif
terhadap anak. Termasuk di sini media komunikasi seperti televisi, radio, akses
internet, handphone, dll.
·
Perlunya materi pelajaran bimbingan
konseling di sekolah.
Sebagai orang tua sebisa mungkin dukunglah hobi/bakat anak-anaknya yang bernilai positif. Jika ada dana, jangan ragu-ragu untuk memfasilitasi hobi mereka, agar anak remaja kita dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif.
Sebagai orang tua sebisa mungkin dukunglah hobi/bakat anak-anaknya yang bernilai positif. Jika ada dana, jangan ragu-ragu untuk memfasilitasi hobi mereka, agar anak remaja kita dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif.
BAB III
PENUTUP
SIMPULAN dan SARAN
3.1
Simpulan
1) Pada
dasarnya kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpangdari norma-norma hukum pidana yang
dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut
akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.
2) Kenakalan
remaja pada zaman sekarang ini disebabkan oleh beberapa factor.Perilaku nakal remaja disebabkan oleh
factor remaja itu sendiri (internal)maupun
faktor dari luar (eksternal).
3) Remaja harus
bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka
yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
4) Adanya
motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya merupakan hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja.
5) Anak-anak
yang tidak disukai oleh teman-temannya anak tersebut menyendiri. Anak yang demikian akan dapat menyebabkan kegoncangan emosi.
3.2 Saran
1) Perlu adanya
tindakan-tindakan dari pemerintah untuk mengawasi tindakanremaja di Indonesia agar tidak terjerumus pada kenakalan
remaja.
2) Perlunya
penanaman nilai moral, pendidikan dan nilai religious pada diriseorang remaja
DAFTAR PUSTAKA
Patologi II Kenakalan Remaja. Jakarta:
Rajawali.
Mangku, Made Pastika, Mudji Waluyo, Arief Sumarwoto, dan
Ulani Yunus, 2007
v PT BALAI PUSTAKA (PERSERO) JALAN GUNUNG SAHARI
RAYA NOMOR.4, JAKARTA 10710
LAMPIRAN

BENTROK
ANTAR REMAJA

sangat bagus
BalasHapusTerima kasih sangat membantu <3
BalasHapusTrimakasi
BalasHapusMakasih..
BalasHapusSaya jadi Bisa ngerjakan tugas
Masuk pak eko
BalasHapusMantul
BalasHapus